Sahabat Pantau Gizi Anak
Temani Tumbuh Kembang
Si Kecil Setiap Hari
Ketahui apakah pertumbuhan anak sudah sesuai usianya melalui berat dan tinggi badannya.
- • Untuk umur 0–59 bulan
- • Membantu deteksi dini masalah gizi
Gizi Anak Indonesia
Perlu Perhatian
Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa masih terdapat balita yang mengalami stunting (pendek), wasting (kurus), maupun gizi lebih.
Selain itu, UNICEF menyebutkan bahwa Indonesia menghadapi double burden of malnutrition.
Kenapa Bunda Perlu Rutin
Memantau Pertumbuhan Anak?
Untuk Deteksi Masalah Anak Sejak Dini
Masalah kesehatan serius bisa segera diketahui.
Karena Pertumbuhan Tidak Bisa Diulang
Masa emas anak hanya terjadi sekali.
Supaya Bunda Tahu Harus Berbuat Apa
Dengan pemantauan rutin, Bunda tahu kapan harus menambah porsi makan.
Agar Anak Lebih Aktif dan Lincah
Pertumbuhan yang terpantau membantu anak punya energi cukup.
| Kelompok Umur | Energi (kkal) | Protein (g) | Lemak (g) | Karbo (g) | Serat (g) | Air (ml) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 0-5 bulan | 550 | 9 | 31 | 59 | 0 | 700 |
| 6-11 bulan | 800 | 15 | 35 | 105 | 11 | 900 |
| 1-3 tahun | 1350 | 20 | 45 | 215 | 19 | 1150 |
| 4-5 tahun | 1400 | 25 | 50 | 220 | 20 | 1450 |
Masukkan tinggi dan berat badan untuk
mengetahui status gizi anak
Anda



Kesimpulan Status Gizi Anak
-
-
-
Silakan lihat panduan edukasi di bawah ini sesuai dengan kondisi Si Kecil.
HASIL: SANGAT PENDEK / PENDEK (STUNTING)
Apa Itu
STUNTING ?
“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh (growth faltering) pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga tumbuh anak lebih pendek untuk usianya, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK).”
Apa Itu
Severely Stunted ?
Severely stunted adalah kondisi stunting dengan tingkat keparahan sangat berat, di mana tinggi badan anak jauh di bawah standar usianya akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang.
APA PERBEDAAN STUNTED DAN SEVERELY STUNTED?
Lalu, apa yang bisa Bunda lakukan untuk membantu tumbuh kembang si kecil ?
- Penuhi gizi seimbang sesuai usia, dengan menu bervariasi setiap hari.
- Berikan protein hewani setiap hari (telur, ikan, ayam, daging, hati).
- Terapkan pola makan 3 kali makan utama + 2 kali selingan dengan porsi cukup.
- Pantau pertumbuhan rutin (berat dan tinggi badan) dan segera tindak lanjuti bila tidak naik.
- Cegah dan tangani infeksi seperti diare, ISPA, dan cacingan.
- Jaga kebersihan makanan, air, dan tangan sebelum makan dan setelah BAB.
- Gunakan sanitasi sehat (air bersih dan jamban layak).
- Terapkan pola asuh makan yang responsif dan rutin datang ke layanan kesehatan.
“Jangan khawatir, Bunda. Nafsu makan anak bisa dilatih bertahap, dan kenaikan berat badan perlahan itu tidak apa-apa. Yang penting makan teratur dan gizinya seimbang.”
HASIL: NORMAL (SESUAI USIA)
Hasil Tinggi badan sudah sesuai usia ?
'Hebat, Bunda! Pertumbuhan si kecil sudah sesuai usianya.'
'Oh iya bunda, Pertumbuhan yang baik itu perlu dijaga, bukan dibiarkan. Yuk, kita pertahankan tumbuh kembang si kecil agar tetap optimal !'
- Berikan makan bergizi
- Makan teratur
- Pantau tinggi/berat
- Terapkan PHBS
- Stimulasi aktif
HASIL: TINGGI
Hasil tinggi badan di atas standar usia ?
'Luar biasa, Bunda! Pertumbuhan tinggi si kecil sangat baik.'
'Tidak perlu khawatir bunda, Artinya tinggi badan si kecil berada di atas rata-rata usianya dan menunjukkan pertumbuhan yang optimal sesuai potensinya. Selama anak aktif, sehat, dan proporsional, kondisi ini termasuk normal.'
'Oh iya bunda, Pertumbuhan yang baik itu perlu dijaga, bukan dibiarkan. Yuk, kita pertahankan tumbuh kembang si kecil agar tetap optimal !'
- Berikan makan bergizi
- Makan teratur
- Pantau tinggi/berat
- Terapkan PHBS
- Stimulasi aktif
Sekilas tentang Gizi Buruk
Gizi Buruk atau Severely Wasted adalah suatu kondisi serius di mana berat badan anak sangat tidak sesuai (sangat rendah) apabila dibandingkan dengan tinggi badannya.
Tahukah, Bunda?
Gizi Buruk berbeda dengan Stunting
- Gizi buruk ditandai dengan tubuh anak yang tampak sangat kurus (berat badan drop drastis dalam waktu singkat).
- Sedangkan Stunting ditandai dengan tubuh yang pendek untuk usianya (karena kurang gizi kronis jangka panjang).
Diingat Ya, Bunda.
"Pemulihan membutuhkan waktu. Kenaikan berat badan tidak instan, terus berikan yang terbaik dan tetap semangat!"
Tenang Bunda, Kondisi ini Bisa Diatasi.
Perbaiki Asupan Makan Sehari-hari
Utamakan protein hewani (ikan, telur, ayam) karena lebih cepat membantu kenaikan berat badan.
- 30% Lauk Pauk
- 35% Makanan Pokok
- 35% Sayur
Tambahkan Energi pada Makanan
- Tambahkan 1 sendok makan minyak/mentega pada makanan
- Gunakan santan secukupnya pada masakan
- Buat makanan lebih padat energi (bukan hanya berkuah)
Segera Periksa ke Fasilitas Kesehatan
Anak dengan gizi buruk perlu:
- Pemeriksaan kondisi umum
- Skrining infeksi
- Penilaian kebutuhan terapi gizi khusus
Segera ke Puskesmas jika anak:
- Sangat lemas
- Tidak mau makan
- Mengalami pembengkakan pada kaki/wajah
- Sering muntah atau diare
Tidak Perlu Panik Bunda
Wasted (Gizi Kurang) menurut Kemenkes RI dan WHO adalah kondisi dimana balita memiliki berat badan yang kurang proporsional jika dibandingkan dengan panjang atau tinggi badannya. Kondisi ini menunjukan terjadinya penurunan berat badan yang sangat cepat dan parah (akut).
Sudahkah Bunda Lakukan Hal Ini sebagai Solusi?
- Anak makan 3 kali makanan utama dan 2 kali makanan selingan setiap hari.
- Makanan ditambahkan minyak (mentega, margarin, santan) atau lemak tambahan untuk meningkatkan kalori energi.
- Berikan makanan sumber protein hewani pada setiap waktu makan (telur, ikan, daging, unggas, susu).
- Memastikan kebersihan makanan dan alat makan.
- Orang tua rutin menimbang berat badan anak dan memantau tumbuh kembangnya setiap bulan di Posyandu.
Hebat, Bunda!
Status Gizi Si Kecil Baik
Status gizi baik berarti berat badan dan tinggi badan anak berada dalam rentang normal sesuai usianya. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan energi dan zat gizi anak terpenuhi dengan baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal.
Teruskan Pola Makan Seimbang
Tidak harus mahal, yang penting lengkap dan bervariasi.
Jangan Lupakan Protein Hewani
Coba biasakan ada telur, ikan, ayam, atau daging di menu hariannya.
Jaga Jadwal Makan Teratur
Biasakan: 3 kali makan utama 1-2 kali camilan.
Tetap Pantau Pertumbuhannya
Walaupun sekarang statusnya baik, tetap ya Bunda.
Yuk, mulai dari yang paling penting: pola makan, menu dan porsi hariannya.
Usia 0-5 Bulan
- • Frekuensi: 8-12 x/hari
- • Lama menyusu: 10-15 menit per payudara
PRINSIP PMBA
- • Bubur nasi 3 sdm (30 g)
- • Ikan kembung 2 sdm (30 g)
- • Bayam halus 1 sdm (10 g)
- • Minyak/mentega 1 sdt (5 g)
- • Nasi Tim (lembek) 6 sdm (60 g)
- • Ayam cincang 2 sdm (30 g)
- • Wortel cincang 1 sdm (15 g)
- • Santan Kental 1 sdt (5 g)
- • Sup Udang 3 sdm (30 g)
- • Sawi hijau 2 sdm (20 g)
- • Tahu putih kukus 1 potong (25 g)
- • Minyak 1 sdt (5 g)
Kejar tumbuh si kecil dimulai dari protein! Pilih bahan yang gampang dicari, ramah di kantong, dan bisa jadi menu favorit anak!
TELUR AYAM
IKAN LELE, KEMBUNG,
TONGKOL
HATI AYAM
TAHU & TEMPE
KACANG HIJAU, KEDELAI,
MERAH
BUNDA, INI INSPIRASI MENU PEMULIHAN ANAK
Contoh menu 1 makanan utama + 1 selingan
Prinsip Makan
- Tinggi energi dan protein
- Porsi kecil tapi sering
- Tambahkan kalori dengan lemak
- Sesuaikan tekstur makanan dengan usia
Usia 0-5 Bulan
ASI eksklusif (8-12x per hari)
Tidak diberikan makanan/minuman selain ASI
Evaluasi pelekatan dan frekuensi menyusui
Usia 8-11 Bulan
Nasi Tim Ikan Kembung Kukus + Tahu goreng + Sayur Bening + Buah
Energi: 545 kkal | Protein: 29 gr
Makan Utama
- Nasi tim ½ gelas (± 150 g)
- Ikan kembung 1 ekor kecil (± 60 g)
- Tahu 1 potong sedang (± 50 g)
- Sayur labu ½ mangkuk kecil (± 50 g)
- Minyak 1 sdt (± 5 ml)
Selingan
- Pepaya ¼ buah sedang
- Bubur kacang hijau saring ½ mangkuk kecil
Usia 6-8 Bulan
Bubur Saring Ayam Telur Santan + Pisang Lumat
Energi: 295 kkal | Protein: 13 gr
Makan Utama
- Bubur saring 3 sdm (± 45 g)
- Ayam saring 2 sdm (± 30 g)
- Telur ayam ½ butir (± 25 g)
- Wortel halus 1 sdm (± 15 g)
- Minyak 1 sdt (± 5 ml)
Selingan
- Pure pisang ½ buah sedang (50 g) + ASI
Usia 12 Bulan
Nasi Telur Dadar + Tempe Goreng + Susu + Roti Selai Kacang
Energi: 661 kkal | Protein: 28,5 gr
Makan Utama
- Nasi ¾ gelas (± 100 g)
- Telur ayam kampung 1 butir (± 55 g)
- Tempe 1 potong sedang (± 40 g)
- Sayur bayam 2 sdm (± 30 g)
- Minyak 1 sdt (± 5 ml)
Selingan
- Susu 1 gelas kecil (± 150 ml)
- Roti tawar 1 lembar (± 35 g)
- Selai kacang 1 sdm (± 15 g)
Bunda, berikut contoh menu MP-ASI yang bisa diterapkan pada anak
Prinsip Menu
- Energi lebih tinggi (padat kalori)
- Protein hewani cukup
- Lemak sehat ditambahkan (minyak, santan, margarin, keju)
- Porsi disesuaikan usia & tekstur sesuai tahap perkembangan
Usia 0-5 bulan
Asi Eksklusif
- Minimal 8-12 kali/hari
- Bangunkan bayi bila tidur >3 jam (siang) atau >4 jam (malam).
Usia 8-11 bulan
Makanan Cincang/Cacah
MAKAN UTAMA: Nasi tim ayam santan
- Nasi ± 2 ctg (100 g)
- Ayam cincang ± 2 3 sdm (50 g)
- Telur ½ butir (30 g)
- Sayur bayam 1 ctg sayur (20 g)
- Santan kental 2 sdm (30 ml)
SELINGAN: Bubur kacang hijau
- bubur kacang hijau ± 3 sdm (50 g)
- santan ± 3 sdm (50 ml)
- Gula aren ± 1 sdt (10 ml)
Tenang bunda,
MASALAH GIZI ANAK INI DAPAT DIATASI BERSAMA, SETIAP USAHA KECIL HARI INI ADALAH INVESTASI BESAR UNTUK MASA DEPAN BUAH HATI BUNDA
Usia 6-8 bulan
Makanan Lumat/Saring
MAKAN UTAMA: Bubur tim hati ayam
- Nasi ± 2 sdm (30 g)
- Hati ayam ± 1 buah kecil (25 g)
- Tahu 1 potong kecil (20 g)
- Wortel ± 1 sdm (15 g)
- Minyak 1 sdm (15 ml)
SELINGAN: Bubur Sumsum
- Bubur sumsum 3 sdm (50 g)
- Santan 3 sdm (50 ml)
- Gula aren 1½ sdt (3 g)
Usia ≥ 12 bulan
Makanan Keluarga
MAKAN UTAMA: Nasi Ikan Tumis Sayur
- Nasi ± 2,5 ctg (120 g)
- Ikan kembung 1 ekor sdg (50 g)
- Tempe 1 potong kecil (30 g)
- Wortel 2 sdm (30 g)
- Buncis 2 sdm (30 g)
- Minyak 1 sdm
SELINGAN: Roti Panggang
- Roti tawar 1 slice (35 g)
- Selai kacang ± 1 sdt (10 g)
- Mentega ± 1/2 sdt (3 g)
TIPS AND TRICK ANAK GTM (Klik di sini untuk melihat)
TIPS AND TRICK
ANAK GTM
BUNDA TIDAK PERLU TAKUT, INI CIRI DAN CARA MENGATASI ANAK GTM!
Apa Itu GTM (Gerakan Tutup Mulut) pada Anak?
GTM (Gerakan Tutup Mulut) adalah kondisi ketika anak menolak makan, biasanya dengan cara menutup mulut, menjauhkan makanan, atau tidak mau mencoba apa pun yang disajikan.
Tips & Tricks Mengatasi Anak GTM.
SEMANGAT YA BUNDA!
1. Buat Jadwal Makan yang Teratur
2. Batasi Durasi Makan Maks 30 Menit
3. Kurangi Camilan dan Minuman Manis
4. Variasikan Tekstur dan Warna Makanan
5. Kenalkan Menu Baru 10-15 Kali
6. Biarkan Anak Makan Sendiri
7. Ajak Makan Bersama Keluarga
8. Jangan Memaksa Anak Membuka Mulut
9. Ciptakan Suasana Makan yang Tenang
10. Libatkan Anak Proses Memasak
TIPS AND TRICKS MENGATASI ANAK DIARE (Klik di sini untuk melihat)
Tips and Tricks Mengatasi Anak Diare
Diare adalah kondisi ketika si kecil BAB lebih sering (≥ 3x/hari) dan tinjanya lebih encer atau cair dari biasanya. Ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, atau makanan/minuman yang terkontaminasi.
- Makanan/minuman yang tidak bersih
- Kontak langsung dengan tinja atau permukaan yang kotor. Ini disebut rute fecal-oral.
Bunda mungkin melihat:
- Frekuensi BAB ≥ 3 kali/hari
- Tinja cair atau lembek
- Anak lebih gelisah/mudah menangis, rewel terutama setelah BAB atau perut terasa mules
- Suhu tubuh meningkat (> 37,5°C)
- Nafsu makan turun
- Kadang muntah & tinja bisa bercampur lendir
- Tanda awal dehidrasi karena kehilangan cairan
1. BERIKAN ORALIT SEGERA
- Larutkan 1 sachet oralit sesuai petunjuk (biasanya 200 ml air matang).
- Berikan sedikit-sedikit tapi sering.
- Jika muntah, tunggu 5-10 menit, lalu coba lagi perlahan.
- Jangan dicampur dengan teh, susu, atau jus.
2. BERIKAN ZINC 10 HARI
- Mempercepat penyembuhan.
- Mengurangi durasi diare.
- Mencegah kambuh dalam 2-3 bulan ke depan.
3. TETAP BERIKAN ASI & MAKAN
- Untuk bayi: ASI lebih sering dari biasanya.
- Untuk anak: Makanan lembut & mudah dicerna (nasi tim, sup, telur, ikan kukus). Porsi kecil tapi sering (3 makan utama + 1-2 selingan).
4. JANGAN SEMBARANGAN MENG-OBAT
- Antibiotik tidak selalu diperlukan.
- Hanya diberikan jika ada indikasi khusus (misalnya diare berdarah).
- Jangan membeli obat antidiare sendiri tanpa saran kesehatan.
5. SEGERA KE FASILITAS KESEHATAN JIKA ADA TANDA BAHAYA
- Anak sangat lemas atau tidak sadar
- Tidak mau minum sama sekali
- Muntah terus menerus
- BAB berdarah
- Tidak pipis > 6 jam
- Diare tidak membaik setelah 3 hari.
TIPS AND TRICKS MENGATASI ANAK BATUK & PILEK (Klik di sini untuk melihat)
Tips and Tricks Mengatasi Anak Batuk & Pilek
Batuk pilek adalah kondisi yang sering dialami anak dan umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Kondisi ini dapat dipicu oleh penularan dari lingkungan, kurang istirahat, asupan nutrisi yang tidak optimal, serta perubahan cuaca atau paparan debu. Saat anak batuk pilek, orang tua sering khawatir karena nafsu makan menurun dan anak tampak tidak nyaman. Padahal, selain perawatan rumahan, nutrisi yang cukup berperan penting dalam membantu tubuh anak melawan infeksi. Dengan perawatan yang tepat dan asupan gizi seimbang, proses pemulihan dapat berlangsung lebih optimal.
BERIKUT, TIPS YANG BISA BUNDA LAKUKAN SEBAGAI PERAWATAN DIRUMAH UNTUK ANAK TERCINTA.
Perawatan Rumahan
- Pastikan anak cukup minum
- Istirahat yang cukup
- Gunakan uap hangat
- Bersihkan hidung dengan larutan saline
- Beri makanan hangat dan bergizi
- Posisi tidur agak ditinggikan
Nutrisi Penting Saat Anak Sakit
Tips Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak
- Nutrisi seimbang
- Cukup tidur
- Cuci tangan rutin
- Aktivitas fisik ringan
- Vaksinasi sesuai jadwal
LALU, KAPAN HARUS PERIKSA KE DOKTER PUSKESMAS ?
Apabila anak telah:
- Demam tinggi lebih dari 3 hari
- Sesak napas
- Tidak mau minum sama sekali
- Batuk lebih dari 1 minggu
- Anak tampak sangat lemas


